Shalat

SHALAT LALAI

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ (4) الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ (5) الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ (6) وَيَمْنَعُوْنَ الْماعُوْنَ (7).

(4) Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (5) (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (6) orang-orang yang berbuat riya (7) dan enggan (menahan dengan) barang brguna (Al Ma’uun (107): 4-7).

 

وَاذْكُرْرَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضّرُّعاً وَخِيْفَةً وَدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَاْلأَصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِّنَ الْغَافِلِيْنَ (205).

(205) Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dari rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (Al A’raaf (7): 205).

 

يَآءَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوا لاَتَقْرَبُوا الصَّلَواةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ (43).

(43) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan (An Nisaa’ (4): 43).

 

Sabda Rasulullah:

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يُصَلُّوْنَ وَلاَ يُصَلُّوْنَ

“Akan datang kepada manusia (umat Muhammad SAW.) suatu masa. (Di dalam masa) itu banyaklah orang yang merasa dirinya shalat, padahal sebenarnya mereka tidak shalat.” (H.R. Ahmad).

 

SHALAT KHUSYU’

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ (1) الَّذِيْنَ هُمْ فِى صَلاَتِهِمْ خَاشِعُوْنَ (2) وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ الَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ (3).

((1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (2) (yaitu) orang yang khusyu’ dalam shalatnya. (3) dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna (Al Mu’minuun (23): 1-2).h

 

اِنَّ الَّذِيْنَ أُوْتُو الْعِلْمَ مِنْ قَلْبِهِ اِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّداً (107) وَيَقُوْلُوْنَ سُبْحَانَ رَبَّنَآاِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَالَمَفْعُوْلاً (108). وَيَخِرُّوْنَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعاً (109).

(1) Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an sibacakan kepada mereka, mereka menyunghkur atas muka mereka sambil bersujud, (108) dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” (109) Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’ (Al Israa’ (17): 107-109).

 

 اِنَّنِى أَنَاالله ُ لاَاِلهَ اِلاَّ أَنَا فَاعْبُدْنِى وَأَقِمِ الصَّلَوَاةَ لِذِكْرِ (14).

(14) Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku (Thaahaa (20): 14).

 

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَواةِ وَاِنَّهَالَكَبِيْرَةٌ اِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِيْنَ (45) الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ أَنَّهُمْ مُّلاَقُوْا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ (46).

(45) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (46) ) ( yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya,

 , dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya (Al Baqarah (2): 45-46).

 

Menurut riwayat Muhammad ibn Nasr dari Usman ibn Abi Dihras:

لاَ يَقْبَلُ الل

 

M

 

 

SHALAT KHUSYU’

(TINJAUAN SUFISTIK)

 

1.KEHADIRAN HATI

Mengosongkan hati dari hal-hal perasaan dan pikiran yang di luar pusat perhatiannya (Allah).

 

 

 

 

2. TAFAHHUM (KEFAHAMAN)

Memahami makna-makana yang ada dalam bacaan shalat.

 

 

 

 

3. TA’ZIM (RASA HORMAT)

Rasa hormat kepada Allah

 

 

 

 

 

 

4. HAIBAH (Rasa takut yang bersumber dari rasa hormat)

 

 

 

5. RAJA’ (HARAP)

Mengharap akan ganjaran Allah, sebagaimana takut terhadap hukuman Allah.

 

 

 

6. HAYA’ (MALU)

Merupakan perasaan selalu kurang sempurna dan selalu berbuat dosa.

Hal ini dapat terjadi karena adanya himmah (perhatian utama),yaitu Allah SWT. semata.

Hati dan pikiran hanya pusat pada perhatian yang utama (Allah SWT.) semata.

 

 

Senantiasa berpikir dan mengarahkan pikiran untuk mengetahui makna. Terapinya terletak pada menghadirkan hati disertai konsentrasi  berpikir dan kesiagaan untuk menolak berbagai lintasan pikiran (yang liar).

 

Rasa hormat merupakan keadaan hati  lahir  dari dua ma’rifat. Pertama, makrifat tentang kemuliaan dan keagungan Allah. Kedua, makrifat tentang kehinaan diri dan statusnya sebagai hamba yang tidak memiliki kuasa apa-apa.

 

Merupakan keadaan jiwa yang lahir dari ma.rifat tentang kekuasaan Allah, hukum-hukum-Nya, kehendak-Nya padanya.

 

Hal ini timbul karena mengetahui kelembutan Allah, kedermawanan-Nya, keluasan nikmat-Nya, keindahan ciptaan-Nya dan pengetahuan tentang kebenaran janji-janji-Nya, khususnya janji  Surga  bagi orang yang shalat.

 

Haya’ akan muncul melalui perasaan serba kurang sempurna dalam beribadah dan pengetahuannya tentang ketidakmampuannya dalam menunaikan hak-hak Allah. Rasa malu ini akan semakin kuat dengan mengetahui cacat-cacat  dirinya, kekurangikhlasannya, keburukan hatinya, dan kecenderungannya kepada perolehan segera (duniawi) dalam semua amal perbuatannya.

   

 

BEBERAPA DEFINISI SHALAT

 

Definisi yang masih bersifat lahiriyah (Fiqih):

  • “Shalat adalah beberapa perkataan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam.

 

Definisi yang sudah bersifat spiritual (Sufistik):

  • “Shalat adalah menghadapkan jiwa (mendhahirkan hajat) kepada Allah dengan khusyu’ dan khudlu’, ikhlas dan yakin dengan beberapa pekerjaan dan perbuatan yang telah ditentukan oleh Syara’ (Agama) sendiri.”

 

 

Nama Lengkap         : M. DAROJAT  ARIYANTO  DRS,                                                 M.Ag.

NIP / NIK                          :  383

Tempat Tanggal Lahir       :  YOGYAKARTA,  14  MARET 1956

Pendidikan Terakhir         :  S2

Jabatan Fungsional Dosen       :  LEKTOR KEPALA

Pangkat, Gol, Ruang                :  PEMBINA, IV/a

Unit Kerja Fakultas           :  FAI – UMS

Alamat                              : JL A. YANI TROMOL POS 1                                                          PABELAN  KARTASURA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: